📰 BERITA
Dua Siswa MAN 1 Indragiri Hilir Raih Medali Perak pada Ajang Internasional di Malaysia
18 February 2026
Super Administrator
Riau (Kemenag) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa madrasah di Provinsi Riau. Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Indragiri Hilir, Nayla Sheril Fawazzah dan Muhammad Reza Umary, sukses meraih medali perak pada ajang International Student Summit (ISS) 2nd Edition yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 13–16 Februari 2026.
Keberhasilan tersebut diraih dalam kompetisi tingkat internasional yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara dalam bidang pengembangan akademik, riset, dan komunikasi global. Pada ajang tersebut, keduanya berkompetisi dalam kategori berbeda, yakni Food dan Technology, dan berhasil masuk sebagai peraih penghargaan kategori Favorit Poster.
Nayla Sheril Fawazzah tampil pada kategori Food dengan inovasi bertajuk “Green Food RIAU-SAGUPERFOOD: Functional Sago-Spirulina-Moringa Noodles as an Invention for Global Food Security.” Karya tersebut mengangkat potensi pangan lokal Riau berbasis sagu yang dipadukan dengan spirulina dan moringa. Inovasi ini menawarkan solusi pangan fungsional yang mendukung ketahanan pangan global melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang bernilai gizi tinggi.
Sementara itu, Muhammad Reza Umary berkompetisi pada kategori Technology dengan karya berjudul “Classification of Images of Pure and Adulterated Pertalite Fuel Using MobileNetV2 and HSV Color Space Transformation.” Inovasi berbasis kecerdasan buatan tersebut dirancang untuk mengklasifikasikan bahan bakar pertalite murni dan oplosan secara digital menggunakan pendekatan deep learning dan transformasi ruang warna, sehingga mampu memberikan hasil identifikasi yang akurat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menyampaikan apresiasi atas capaian membanggakan tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu berinovasi dan bersaing di tingkat internasional dalam bidang sains, teknologi, dan ketahanan pangan.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan global,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa madrasah di Riau untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kreativitas, serta menghasilkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
“Madrasah hebat, bermartabat bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui prestasi nyata,” tutupnya.
#gt
Keberhasilan tersebut diraih dalam kompetisi tingkat internasional yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara dalam bidang pengembangan akademik, riset, dan komunikasi global. Pada ajang tersebut, keduanya berkompetisi dalam kategori berbeda, yakni Food dan Technology, dan berhasil masuk sebagai peraih penghargaan kategori Favorit Poster.
Nayla Sheril Fawazzah tampil pada kategori Food dengan inovasi bertajuk “Green Food RIAU-SAGUPERFOOD: Functional Sago-Spirulina-Moringa Noodles as an Invention for Global Food Security.” Karya tersebut mengangkat potensi pangan lokal Riau berbasis sagu yang dipadukan dengan spirulina dan moringa. Inovasi ini menawarkan solusi pangan fungsional yang mendukung ketahanan pangan global melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang bernilai gizi tinggi.
Sementara itu, Muhammad Reza Umary berkompetisi pada kategori Technology dengan karya berjudul “Classification of Images of Pure and Adulterated Pertalite Fuel Using MobileNetV2 and HSV Color Space Transformation.” Inovasi berbasis kecerdasan buatan tersebut dirancang untuk mengklasifikasikan bahan bakar pertalite murni dan oplosan secara digital menggunakan pendekatan deep learning dan transformasi ruang warna, sehingga mampu memberikan hasil identifikasi yang akurat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, menyampaikan apresiasi atas capaian membanggakan tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini menjadi bukti bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu berinovasi dan bersaing di tingkat internasional dalam bidang sains, teknologi, dan ketahanan pangan.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang kompetitif dan adaptif terhadap perkembangan global,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa madrasah di Riau untuk terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kreativitas, serta menghasilkan inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
“Madrasah hebat, bermartabat bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui prestasi nyata,” tutupnya.
#gt